JAKARTA - Berbagai peristiwa global tampaknya bakal menjadi sentimen positif bagi pergerakan rupiah pada perdagangan awal pekan ini. Beberapa peristiwa global tersebut diantaranya adalah konflik di Timur Tengah dan Libya, serta meledaknya Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Jepang. Karena hal tersebut, investor cenderung akan keluar dari negara-negara tersebut dan mencari negara emerging market lainnya, salah satunya adalah Indonesia. "Pergerakan rupiah kali ini berada dikisaran, Rp8.700-Rp8.725," ungkap analis valas Farial Anwar saat dihubungi okezone, Jakarta, Senin (28/3/2011). Lebih lanjut Farial menjelaskan bahwa para investor pada kali ini cenderung lebih melirik negara dikawasan Asia karena di pasar keuangan Amerika sedang melemah, dan Eropa pun juga sedang mengalami masalah. Investor pun, kata Farial, melarikan invetasinya ke Indonesia cs. Contohnya investor cenderung lari ke surat Utang Negara (SUN) dan Surat Berharga Indonesia (SBI). Farial menambahkan walaupun pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir-akhir ini sedang mengalami tren naik turun akan tetapi hal itu juga disertai juga melemahnya dolar terhadap beberapa mata uang berbagai negara. Seperti diketahui, rupiah, menurut kurs tengah Bank Indonesia (BI) Jumat (25/3/2011) bergerak menguat ke Rp8.708 per USD dibandingkan dengan perdagangan hari sebelumnya di Rp8.722 per USD. Sementara menurut yahoofinance, rupiah perkir di Rp8.707,5 per USD dengan kisaran perdagangan harian Rp8.705,5-8.710,5 per USD. Sumber : http://economy.okezone.com/read/2011/03/28/278/439445/rupiah-siap-lanjutkan-penguatan
|
Kebijakan nasional untuk mengonversi minyak tanah ke LPG bukanlah kebijakan yang diputuskan secara sederhana dalam waktu yang singkat.Konversi tersebut merupakan kebijakan yang bisa mengubah budaya dan kebiasaan masyarakat Indonesia khususnya dalam hal kesumberdayaan energi. Pengharapan atas kebijakan konversi dititikberatkan pada penghematan.Artinya, pemerintah sudah tidak lagi menyubsidi harga minyak tanah di Indonesia mulai tahun 2012. Untuk itu, perlu kita dalami rencana pemerintah dalam rangka kebijakan konversi minyak tanah ke LPG. Dalam membuat suatu kebijakan tentunya harus memiliki dasar pertimbangan yang kuat agar kebijakan yang dibuat dapat diterima oleh semua kalangan masyarakat. Apalagi jika kebijakan tersebut menyangkut kesejahteraan masyarakat secara luas, bukan hanya beberapa kelompok saja. Pada 2006 produksi minyak tanah dalam negeri sebesar 8,545 juta kiloliter, sedangkan kebutuhan minyak tanah dalam negeri telah mencapai 10,02 juta kiloliter sehingga pemerintah harus mengimpor selisihnya.Permintaan minyak tanah yang terus meningkat merupakan permasalahan besar ditambah lagi harga minyak dunia yang terus meningkat. Permasalahan lain adalah tingginya subsidi untuk bahan bakar minyak yang harus ditanggung pemerintah sehingga ada pemborosan yang sangat besar jika subsidi bahan bakar minyak diteruskan. Dengan latar belakang permasalahan di atas, kebijakan pemerintah mengonversi minyak tanah ke LPG dilakukan sebagai bentuk penghematan melalui diversifikasi energi. Konversi minyak tanah ke LPG meningkatkan efisiensi energi yang cukup besar karena nilai kalor efektif LPG lebih tinggi dibandingkan minyak tanah, juga lebih bersih dan ramah lingkungan. Selain itu, efisiensi anggaran pemerintah bisa terwujud karena penggunaan LPG subsidinya relatif lebih kecil daripada subsidi minyak tanah. Hingga saat ini, konversi sudah berjalan kurang lebih tiga tahun dan perlahan-lahan membawa dampak positif bagi pemerintah maupun masyarakat. Namun, ada beberapa catatan penting yang harus diperhatikan pemerintah karena dengan berpindahnya kebiasaan masyarakat pengguna minyak tanah ke LPG, pemerintah harus melakukan upaya untuk meningkatkan pasokan LPG untuk mengimbangi peningkatan kebutuhan LPG di masa yang akan datang. Peningkatan pasokan juga untuk menghindari ketergantungan terhadap impor di masa yang akan datang. Sebab, jika terus menerus impor, tidak akan ada beda nantinya seperti pada saat masyarakat menggunakan minyak tanah,artinya penghematan tidak akan terjadi. Pengembangan infrastruktur perlu ditingkatkan seperti kilang, depot, filling station,fasilitas distribusi. Selain itu,perlu ada insentif bagi para pengusaha swasta yang ingin membangun infrastruktur tersebut. Dalam hal ini, sudah selayaknya Kementerian Perindustrian mendorong dan memetakan pengembangan industri nasional untuk memenuhi kebutuhan dan meningkatkan industri LPG. Kementerian ESDM juga berperan penting dalam pengawasan penyediaan dan pendistribusian LPG tabung 3 kg. Pengawasan ini tentu harus melibatkan berbagai instansi terkait antara lain pemda,lembaga independen, serta badan usaha yang ditunjuk untuk melaksanakan penyediaan dan pendistribusian LPG tabung 3 kg tersebut. Tentunya kebijakan nasional tidak lepas dari permasalahan yang terjadi di lapangan mengingat targetnya langsung menyentuh masyarakat yang ada di lapisan menengah ke bawah. Jalur perantaraan kebijakan ini cukup panjang dan sangat rentan dengan penyelewengan atau penyalahgunaan. Pada awal dilakukannya konversi, permasalahan timbul di area jalur distribusi seperti kasus penyelundupan ratusan tabung LPG yang dilakukan oknum-oknum penyalur tabung LPG ke masyarakat.Kemudian tabung LPG dan kompornya yang seharusnya diberikan secara gratis kepada masyarakat justru dimintai pungutan uang. Masalah lain yang juga muncul adalah kurangnya sosialisasi pemerintah terhadap kebijakan konversi minyak tanah ke LPG ini. Menghadapi serentetan masalah yang ada,pemerintah dan Pertamina harus terus berupaya melakukan perbaikan. Caranya dengan terus dikembangkannya SOP (standard operating procedure), kegiatan pengalihan minyak tanah ke LPG secara jelas, transparan, dan tersosialisasi dengan baik untuk mengurangi kesalahankesalahan di lapangan. Pertamina pun saat ini tengah melakukan penyuluhan program pengalihan minyak tanah ke LPG sampai ke pelosok- pelosok desa yang ditujukan kepada usaha kecil dan industri rumah tangga secara kontinu dengan memberikan pemahaman dan ajakan (persuasif) untuk menggunakan LPG. Pengawasan di jalur distribusi pun harus terus diperbaiki dengan melibatkan pihak berwajib, pemerintah setempat, dan masyarakat langsung. Pengawasan memiliki peran yang sangat penting terutama untuk menjaga keselamatan para pengguna LPG. Jika saja pemerintah lemah dalam hal pengawasan tentunya akan mengorbankan banyak pihak sehingga akan menghambat kebijakan yang berdampak positif ini bagi masyarakat. Tentunya pemerintah boleh saja mulai memikirkan untuk mengonversi pembangkit listrik untuk menggunakan gas sehingga penghematan akan semakin terasa dan masyarakat bisa merasakan langsung manfaat positif dari semua kebijakan energi nasional yang ditetapkan pemerintah. Sumber : http://economy.okezone.com/read/2011/03/28/279/439503/kebijakan-energi-nasional-dan-penerapannya
|
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali dibuka melemag seiring dengan indeks Jepang Nikkei yang melemah. IHSG, pada awal perdagangan kali ini, Senin (28/3/2011), melemah 9,1 poin atau 0,3 persen menjadi 3.598,01. LQ45 turun 2,26 poin atau 0,3 persen menjadi 645,3 dan Jakarta Islamic Index (JII) trun 2,96 poin atau 0,6 persen ke 511,58. Pelemahan ini searah dengan indeks Nikkei yang turun. Nikkei turun 34,49 poin atau 0,36 persen menjadi 9.501,64, Hang Seng naik 12,92 poin atau 0,06 persen menjadi 23.171 dan Straits Times turun 10,03 poin atau 0,33 persen jadi 3.060. Sektor pendukung indeks saham bergerak dua arah. Sektor agro turun 0,93 poin atau 0,01 persen, sektor tambang naik 1,82 poin atau 0,1 persen dan sektor konsumsi turun 5,88 poin menjadi 0,5 persen. Volume transaksi sebesar 71,67 juta lembar saham senilai Rp101,1 miliar. Sebanyak 33 saham menguat, 39 saham melemah dan 91 saham stagnan. Saham yang bergerak menguat (top gainers) antara lain PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) naik Rp175 menjadi Rp2.500, PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) naol Rp10 ke Rp530 dan PT Medco Energi International Tbk (MEDC) naik Rp50 ke Rp2.900. Sementara saham yang bergerak melemah (top lossers) adalah PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp500 ke Rp41.900, PT Indomobil Sukses International Tbk (IMAS) turun Rp500 ke Rp7.000 dan PT Indo Tambngraya Megah tbkn (ITMG) turun Rp250 ke Rp48.150. Sumber : http://economy.okezone.com/read/2011/03/28/278/439483/buntuti-nikkei-ihsg-melemah-9-poin
|
SINGAPURA - Harga emas pada mengalami penurunan akibat pernyataan dari The Fed, sementara krisis di Timur Tengah diharapkan dapat memberikan dukungan kepada emas untuk menguat. Seperti dilansir dari situs Reuters, Senin (28/3/2011), harga emas turun sebesar 0,2 persen menjadi USD1.425,25 per ounce dari rekor tertingginya sebesar USD1.447,40 per ounce pada tanggal 24 Maret lalu. Harga emas di pasar berjangka Amerika Serikat pun mengalami sedikit perubahan menjadi USD1.425,70 per ounce. Pertumbuhan ekonomi Negara Paman Sam di triwulan keempat lebih kuat daripada yang dieskpetasikan. Ditambah lagi dengan pernyataan dari The Fed yang mengatakan kemungkinan tidak akan memperpanjang pembelian obligasi. Sementara itu mata dunia masih tertuju pada konflik yang terjadi di Timur Tengah dan Libya. Dimana pemberontak membuat kemajuan dalam pertempuran melawan pemimpin Negara Muammar Khaddafi. Serta kerusuhan di Yaman yang mulai merambat ke Suriah. Selain itu kekhawatiran akan pasokan minyak dipicu oleh krisis di Timur Tengah membuat oleh harga minyak mentah melonjak. Di mana harga minyak yang tinggi dan lama ini nantinya dapat menyebakan inflasi yang mana dapat menambah daya tarik emas sebagai sebuah lindung nilai inflasi. Sumber : http://economy.okezone.com/read/2011/03/28/213/439485/harga-emas-melemah-gara-gara-the-fed
|
JAKARTA - Meski sudah berusaha untuk keluar dari zona merah, nyatanya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum mampu bangkit melawan sentimen negatif regional. Awal pekan ini IHSG pun harus rela bergeser dari level psikologis 3.500. IHSG, Senin (21/2/2011) sore ditutup melemah 3,86 poin ke 3.497,64. Indeks LQ45 naik tipis 1,36 poin atau 620,11 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun tipis 0,19 poin ke 499,66. Nilai transaksi hari ini tercatat Rp3,205 triliun dengan volume transaksi sebesar 2,991 miliar lembar saham. Sebanyak 89 saham menguat, 121 saham melemah, dan 85 saham tidak mengalami perubahan harga. Bursa Asia sore ini bergerak dua arah namun masih didominasi pelemahan. Indeks Strait Times makin merosot hingga 19,13 poin atau 0,62 persen ke 3.067,79 diikuti Hang Seng yang turun 109,82 poin atau 0,47 persen ke 23.485,42. Namun, indeks Nikkei 225 mulai bergerak di jalur hijau dengan menguat 14,73 poin atau 0,14 persen ke 10.857,53. Sementara itu, di Bursa Eropa pun bergerak mixed namun dengan didominasi penguatan. Indeks FTSE 100 naik 10,52 poin atau 0,17 persen ke 6.093,68, disusul DAX yang naik 1,2 poin atau 0,02 persen ke 7.428,01 dan CAC 40 yang naik tipis 0,86 poin atau 0,02 persen ke 4.158. Sektor unggulan sebenarnya sudah berada di jalur hijau yang dipimpin oleh sektor konsumsi yang naik 13,52 poin, disusul sektor perkebunan naik 10,12 poin dan sektor perdagangan naik 4,87 poin. Sedangkan pelemahan terjadi pad sektor infrastruktur yang turun 5,82 poin, dan sektor manufaktur yang turun 1,36 poin. Saham-saham yang bergerak menguat (top gainers) diantaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp1.800 ke Rp37.550, PT IndO Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp750 ke Rp47.950 dan PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) naik Rp350 ke Rp25.800. Sementara itu, terkait dengan isu merger hari ini, saham PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) naik Rp300 ke Rp3.800, PT Elang Mahkota Teknologi (EMTK) naik Rp160 dan PT Indosiar Karya Media Tbk (IDKM) naik Rp60 ke Rp1.010. Sementara itu, saham-saham yang bergerak melemah (top lossers) diantaranya PT Astra Internasional Tbk (ASII) turun Rp950 ke Rp52.050, PT Sarana Menara Infrastruktur Tbk (TOWR) turun Rp600 ke Rp11.000, dan PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP) turun Rp350 ke Rp15.300. Sumber : http://economy.okezone.com/read/2011/02/21/278/427092/didera-profit-taking-ihsg-turun-3-poin
|
JAKARTA - Menguatnya nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) tampak menekan mata uang lainnya. Tapi, rupiah terpantau masih bergerak menguat pada perdagangan di awal ini. "Pelemahan tipis harga minyak WTI dan memanasnya kembali situasi politik di beberapa negara di Afrika Utara dan Timur Tengah diperkirakan akan memicu kembali penguatan dolar," kata analis Samuel Sekuritas Indonesia Lana Soelistianingsih dalam risetnya di Jakarta, Senin (21/2/2011). Rupiah, menurut kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada akhir perdagangan Senin (21/2/2011) ditutup menguat ke Rp8.845 per USD, jika dibandingkan dengan perdagangan hari sebelumnya yang ada di Rp8.858 per USD. Sementara menurut yahoofinance, rupiah parkir di posisi Rp8.837,5 per USD dengan kisaran perdagangan harian di Rp8.822,5-Rp8.847,5 per USD. Padahal, nilai tukar dolar AS berhasil melemahkan mata uang lainnya. Euro melemah atas dolar ke 1,3695 per USD dan pounds melemah ke 1,6232 per USD. Tapi yen masih menguat ke 83,095 per USD. Sumber : http://economy.okezone.com/read/2011/02/21/278/427091/dolar-tak-mampu-tekan-rupiah
|
JAKARTA - Tarif bea masuk film impor yang saat ini menjadi polemik tercatat tidak memberikan pemasukan signifikan. Bahkan penerimaan dari bea masuk film impor ini tidak mencapai 20 besar. "Penerimaan pajak dari film itu 10 besar saja tidak masuk, mungkin 20 besar juga tidak masuk," ungkap Direktur Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai Ditjen Bea dan Cukai Kushari Supriyanto kala ditemui di kantor pusat Bea dan Cukai, Rawamangun, Jakarta, Senin (21/2/2011). Namun ketika ditanyakan besaran nilai bea masuk film impor selama ini dirinya mengatakan tidak memiliki data yang kongkrit, karena selama ini pihaknya hanya bertugas menarik bea masuk film. "Kami hanya mengumpulkan saja, kalau data kompilasinya ada di Ditjen Pajak," jelas Hari. Sekadar informasi niali pabean film impor sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 tahun 2006 tentang Kepabeanan mengatur Ketentuan Tentang Nilai Pabean. Aturan tersebut dianggap sudah sesuai dengan aturan World Trade Organitation (WTO) valuation Agreement yang sudah diratifikasi dengan UU Nomor 7 Tahun 1994 dan digunakan pada UU nomor 10 tahun 1995 yang telah diubah menjadi UU Nomor 17 Tahun 2006. Sumber : http://economy.okezone.com/read/2011/02/21/20/427144/bea-masuk-film-impor-tak-berdampak-bagi-pemasukan-negara
|
JAKARTA - PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA) mengungkapkan bahwa kenaikan harga karet akan mengakibatkan kenaikan harga jual ban hingga sebesar 10-15 persen pada Februari 2011 ini. "Harga jual ban akan mengalami kenaikan sekira 10-15 persen pada Februari 2011 ini," ungkap Presiden Direktur MASA Pieter Tanuri kala ditemui dakam acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), di Jakarta, Senin (21/2/2011). Dengan adanya kenaikan harga jual karet ini, maka secara otomatis harga ban pun akan mengalami kenaikan. Selain itu, Perseroan juga menargetkan akan dapat mencapai produksi ban mobil sebesar 28.500 unit dan ban motor 16 ribu per hari, sementara pada 2010 produksi ban mobil mencapai 22.500 unit, dan ban motor 16 ribu unit per hari. Lebih lanjut Pieter menjelaskan bahwa pada tahun ini, perseroan menargetkan untuk bisa memproduksi sekira 8,5 juta ban mobil dan 5,5 juta ban motor pada tahun ini, lalu pada 2012 perseroan pun berharap bisa memproduksi 10 juta ban mobil dan enam juta ban motor. Sementara itu, terkait belanja modal atau capex 2011, perseroan belum mau mengungkapkannya akan tetapi perseroan akan menggunakan sisa capex tahun lalu yang sebesar USD140 miliar untuk ekspansi usahanya. Terkait RUPSLB yang dilakukan hari ini, perseroan mengadakan sejumlah agenda antara lain para pemegang saham menyetujui untuk perubahan anggaran dasar perseroan yaitu menambah maksud dan tujuan/bidang usaha perseroan dan oleh karena itu mengubah pasal tiga anggaran dasar perseroan. Sejalan dengan rencana Perseroan yang akan terus melanjutkan peningkatan kapasitas maupun produksi ban kendaraan bermotor berarti akan menambah investasi mesin-mesin dan jumlah tenaga kerja yang signifikan, serta perluasan bidang usaha perseroan ke sektor lainnya. Oleh karena itu untuk mengantisipasi perkembangan organisasi/unit kerja yang semakin besar maka perseroan/manajemen bemaksud menambah jajaran pengurus agar dapat memaksimalkan kinerjanya, sehingga pengurus perseroan menjadi: - Presiden Direktur: Pieter tanuri - Wakil Presiden Direktur:Ir. Sukarman - Direktur: Yohanes Ade B.M - Direktur: Hartono Setiobudi - Direktur: Uthan M.A Sadikin - Direktur: Andreas Handoyo Utama - Direktur: Wayah Surya Wiroto - Presiden Komisaris: Eugene Cho Park - Komisaris: Andi Solaiman - Komisaris:Mulyo Sotrisno (merangkap komisaris Independen) - komisaris:Juanto Salim (merangkap Komisaris independen) Sumber : http://economy.okezone.com/read/2011/02/21/320/427139/harga-karet-naik-harga-ban-ikut-naik-hingga-15
|
JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menargetkan bisa menggandeng sekira 200-300 ribu orang nasabah dari kartu kredit barunya, yakni BCA Every Day Card. "Kami optimis pertumbuhan kartu kredit BCA Every Day Card bisa mencapai 200-300 ribu customer," ungkap General Manager Kartu Kredit BCA, Santoso, saat peluncuran BCA Every Day Card, di Grand Indonesia, Jakarta, Senin (21/2/2011). Perseroan meluncurkan BCA Every Day Card yang merupakan kartu private label BCA terbaru yang bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari seperti pembelian SPBU, hypermarket, serta cicilan BCA bunga rendah sepanjang tahun hingga reward BCA. "Kartu ini memberikan keuntungan di antaranya gratis lima liter bahan bakar subsidi senilai Rp40 ribu pada setiap pembelian dengan minimum pembelian Rp250 ribu di SPBU tertentu," ujarnya. Dia menambahkan, kartu yang diluncurkan bertepatan dengan ulang tahun BCA ke-54 ini juga memberikan unlimited cash back sebesar lima persen untuk pembelanjaan di hypermarket dari 1 Maret hingga 31 Mei 2011. Selanjutnya dia menambahkan keuntungan lain yang diperoleh adalah dengan cicilan BCA bunga rendah 0,5 persen sepanjang tahun dengan tenor 12 bulan serta kartu ini dilengkapi dengan fitur Flazz yang berfungsi sebagai prabayar. Kartu ini juga mempunyai keuntungan lain yang diperoleh cicilan BCA nya rendah yaitu 0,5 persen sepanjang tahun dengan tenor 12 bulan, serta kartu ini juga dilengkapi dengan fitur flazz yang berfungsi sebagai prabayar sehingga menjadi kartu double manfaat. Sumber : http://economy.okezone.com/read/2011/02/21/320/427121/gaet-300-ribu-nasabah-bca-luncurkan-kartu-kredit-baru
|
JAKARTA - Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Mulya P Nasution menjelaskan pengaturan dana pensiunan harus menunggu RUU Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Dana pensiun, ungkap Mulya, harus menunggu rampungnya UU BPJS karena UU itu termasuk pada UU yang mengatur sistem jaminan sosial yang tidak bisa dipisahkan dari SDSN. "Dana pensiun kita kan harus di-riview secara komprehensif, jadi tidak bisa secara parsial termasuk juga UU yang mengatur sistem Jaminan Sosial jadi tidak bisa dipisahkan juga dari SDSN kemudian juga dari pembahasan BPJS saat ini," ungkap Mulya kala ditemui di lingkungan Kementerian Keuangan, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Jumat (11/2/2011). Mulya menjelaskan jika saat ini APBN dibebani dengan dengan banyak kewajiban untuk membayar dana pensiun, jika hal tersebut terus berlangsung maka suatu saat APBN tidak akan kuat menanggung. "Yang dikhawatirkan adalah pemerintah dibebani dengan kewajiban-kewajiban di dalam APBN yang pada suatu hari nanti APBN itu tidak fleksibel," jelasnya. Lebih lanjut dia menjelaskan jika memang dana pensiunan tersebut terus dibebankan pada APBN maka Indonesia akan mengalami krisis seperti halnya negara maju. "Yang terjadi di negara-negara maju karena jumlah yang pensiun semakin banyak, makin lama karena usia orang kan. Sementara jumlah tenaga kerja baik di pemerintah maupun di swasta yang akan mengejar tidak seimbang, jadi harus dikaji dengan komprehensif," paparnya. Namun Mulya membenarkan jika sampai saat ini dana pensiunan masih mengandalkan APBN. "Sementara ini kalau yang menyangkut penyediaan pensiun kan disesuaikan dengan kemampuan APBN dan kebutuhan kita," tandasnya. Sumber : http://economy.okezone.com/read/2011/02/11/20/424027/pengaturan-dana-pensiun-tunggu-ruu-bpjs
|
|